Harga Beras 10 Kg di Pedalaman Indonesia Seperti 4 Gram Emas, Ini Penyebabnya

Harga kebutuhan pokok di berbagai wilayah di Indonesia memang berbeda, seperti gula, minyak, telur, beras, dan lainnya. Perbedaan tersebut bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah medan menuju wilayah tersebut sangat sulit dijangkau dan terbilang ekstrim.

Kondisi itu membuat harga kebutuhan pokok, terutama beras di daerah pedalaman yang sulit terjangkau menjadi sangat mahal harganya. Bahkan, harga sekarung beras dengan berat sepuluh kilogram di salah satu pedalaman di negeri ini setara dengan empat gram emas atau senilai uang dua juta rupiah.

Daerah yang membanderol beras satu karung seberat sepuluh kilogram dengan harga fantastis tersebut salah satunya adalah Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua. Harga tersebut tentu sangat mengejutkan bagi masyarakat di luar Papua. Sebab, beras sepuluh kilo biasanya dijual dengan harga sekitar 100-150 ribu rupiah saja.

Melakukan Transaksi Menggunakan Emas

Tak hanya harga beras 10 kg yang setara dengan emas, harga kebutuhan pokok lainnya seperti telur, mie instan, ikan kaleng, serta daging ayam pun hampir sama dengan harga emas di pasaran.

Untuk satu kardus mie instan saja bisa dibanderol dengan harga sekitar satu juta rupiah. Maka, untuk satu bungkus mie instan tersebut mencapai 25 ribu rupiah. Sementara, untuk ikan kalengan bisa mencapai harga 150 ribu rupiah per kaleng.

Jangan tanya bagaimana jika Anda membeli ponsel di sana. Satu ponsel di daerah pedalaman tersebut bisa mencapai harga yang setara dengan emas seberat 10-25 gram.

Penyebab Harga Beras Setara dengan Emas

Seperti yang telah dijelaskan sedikit pada pembuka artikel ini, ada beberapa faktor yang menyebabkan harga beras di daerah tersebut setara dengan emas. Beberapa di antaranya yaitu:

– Tidak Tersentuh Pembangunan Pemerintah

Salah satu desa Papua, Korowai merupakan daerah tertinggal dan terisolir. Meskipun, kawasan Korowai diapit oleh lima kabupaten, yaitu Kabupaten Yakuhimo, Kabupaten Asmat, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Mappi, dan Kabupaten Boven Digooel.

Walaupun demikian, kawasan Korowai hingga saat ini ternyata masih tak tersentuh pembangunan pemerintah. Itu mengapa harga beras 10 kg di sana sangat mahal.

– Akses yang Sulit

Tak tersentuhnya kawasan tersebut dengan pembangunan membuat akses ke sana sangat sulit. Jika Anda berada di Kabupaten Boven Digoel, maka Anda harus menempuh perjalanan menggunakan helikopter untuk mencapai kawasan Korowai.

Tak berhenti di situ, Anda juga harus melanjutkan perjalanan selama satu hari dengan menggunakan long boat dengan harga bahan bakar minyak yang juga mahal. Untuk sekali jalan menuju Korowai, biaya BBM yang dibutuhkan mencapai 150-250 ribu rupiah. Sedangkan untuk pulang pergi mencapai 300-500 ribu rupiah.

Biaya tersebut tidak terhitung oli. Tak sampai di situ, Anda juga harus berjalan kaki selama dua hari untuk mencapai wilayah tambang Korowai.

Dua faktor di atas menjadi sebab utama harga kebutuhan pokok di Papua melambung tinggi. Lalu, bagaimana masyarakat bisa mengonsumsi nasi sebagai kebutuhan utamanya?

Meski pemerintah tidak pernah membangun kawasan Korowai, masyarakat di sana masih bersyukur karena Tuhan memberikan hasil emas kepada mereka. Dengan begitu, mereka dapat menambang emas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, tak jarang mereka membeli kebutuhan pokok dengan emas sebagai pengganti uang.

Demikianlah beberapa alasan yang menyebabkan harga beras 10 kg di pedalaman Papua setara dengan 4 gram emas. Semoga setiap daerah pedalaman di Indonesia bisa segera diperhatikan dan dibangun pemerintah.